Darurat Sampah, Mulai dari Kita
Tahukah kamu? Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari, dan sebagian besar masih berakhir di TPST Bantar Gebang. Tingginya timbunan sampah bahkan menjadi perhatian serius karena telah melebihi kapasitas dan memicu berbagai permasalahan lingkungan.
Namun, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Salah satunya adalah membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai jenisnya.
Di lingkungan sekolah, telah disediakan tiga tempat sampah berwarna untuk memudahkan proses pemilahan:
🟢 Hijau untuk sampah organik (sisa makanan, daun, dan bahan yang mudah terurai).
🟡 Kuning untuk sampah anorganik (botol plastik, kertas, kaleng, dan kemasan yang dapat didaur ulang).
🔴 Merah untuk sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), seperti baterai bekas, lampu, atau limbah yang memerlukan penanganan khusus.
Mari jadikan kebiasaan memilah sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena menyelamatkan lingkungan tidak selalu dimulai dengan aksi besar, tetapi dengan satu keputusan sederhana: membuang sampah pada tempat yang benar.
Darurat sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Darurat sampah dimulai dari kesadaran kita, dan perubahan pun dimulai dari kita.
